GEMARIAU.COM, DUMAI - Penelusuran investigasi tim wartawan gemariau.com didumai baru-baru ini menemukan sejumlah lokasi usaha penampung minyak diduga ilegal. Keterangan dan juga informasi di masyarakat mengatakan dua lokasi penampungan minyak di jalan perwira bagan besar kec. Bukit kapur disebut-sebut milik warga yang selama ini dikelola anggota warga masyarakat.
Beberapa lokasi lainnya yang ditemukan awak media ini juga bergerak dalam bisnis penampung minyak CPO,inti buah sawit serta BBM tampak marak. Bahkan dari penjelasan warga yang berhasil ditemui dan bincang-bincang dengan awak media ini rabu 3/6 menyebutkan bahwa usaha penampung minyak di jalan perwira tersebut terlihat dikelola oknum anggota warga masyarakat biasa. Yang selama ini tidak ada yang keberatan dan merasa dirugikan sehingga usaha itu aman-aman sebut sumber tersebut yang tidak bersedia ditulis namanya.
Lainnya halnya usaha penampungan yang berhasil ditemukan tim wartawan anggota AWI baru-baru ini yang berada di bukit nenas tampak marak karena banyak truk tanki CPO diduga kencing minyak CPO dilokasi tersebut. Bahkan ada juga truk pengangkut inti buah sawit masuk lokasi penampungan disana diduga berak inti sawit. Dari pantauan tim wartawan anggota AWI baru-baru ini bahwa lokasi mafia di bukit nenas tersebut tampak transparan oleh warga pengguna jalan raya yang lintas dari bagan besar menuju duri tiga belas belum bisa diketahui media ini kenapa? Dan mengapa? Lokasi mafia ini bisa berjalan aman-aman saja. Ini yang jadi pertanyaan masyarakat.
Banyak sorotan dari kalangan masyarakat serta menuding usaha mafia penampung minyak ilegal itu maupun penampungan minyak yang ada di jalan perwira bagan besar pengelolanya diduga oknum aparat tertentu. Tetapi kenyataan dilapangan serta informasi maupun penjelasan beberapa sumber dilapangan mengatakan tidak ada nampak terlihat oknum aparat mengelola lokasi mafia CPO dan BBM tersebut ujar sumber itu saat bincang-bincang di salah satu kedai disimpang murini dengan awak media ini kemaren rabu 3/6. Yang ada nampak menurut anggota warga itu tadi pengelolanya atau diduga pemilik usaha ilegal itu adalah dari anggota warga biasa diduga kaliber tukang tikam. Hal tersebut juga pernah diungkapkan Agung SH anggota tim investigasi lembaga koordinasi pemberantasan korupsi (LKPK) dari jakarta yang turun kedumai belum lama ini menemukan sosok yang ganas bak seperti mau menerkam. Orang seperti itu bercokol ditemuka dibeberapa lokasi penampungan minyak ilegal. Diduga pengelola mafia itu anggota warga biasa berkaliber preman mukanya sangar dan tidak bersahabat ujar Agung menceritakan pada wartawan kamis 4/6/2015.
Banyak keterangan dihimpun awak media ini dilapangan menyebutkan bahwa yang ada datang rutin kelokasi mafia minyak itu berpariasi penampilannya. Ada pakaian safari menyandang kamera diduga mengaku wartawan. Ada pula berpakaian uniform oknum tertentu. Sesuai informasi di peroleh bahwa kedatangan oknum-oknum tadi kelokasi mafia bukan sebagai pengelola tetapi hanya datang singgah tidak lama langsung pulang diduga hanya meminta jatah uang dari toke atau mafia minyak ilegal itu sebut sumber tersebut. “Sampai berita ini diekspos belum terlihat ada reaksi aparat penegak hukum didumai terhadap usaha ilegal tersebut. Intinya kapan? Usaha mafia minyak ilegal itu diberantas”? (Grc/tim).


0 Response to "PENAMPUNGAN MINYAK ILEGAL DI JL. PERWIRA BAGAN BESAR"
Posting Komentar