Wacana penempatan warga imigrasi di sebuah pulau oleh Pemprov Riau sangat sangat berseberangan dengan DPRD RIAU dan minta dikaji ulang. Sebab dikhawatirkan, mereka akan kian banyak datang ke Indonesia.
DPRD RIAU menilai, belum tentu semua imigran yang datang itu mencari suaka (perlindungan,red). “Batalkan saja penempatan imigran di Riau, nanti akan menambah pusing saja. Tidak mungkin kita mengurusi pengungsi itu terus, kapan lagi mengurusi pemerintahan,” kata Anggota DPRD Riau Sugianto dari komisi A.
Keberadaan imigran juga dinilai dapat mempengaruhi budaya Riau. Dari cara pandang, berpakaian, karakter dan kehidupan mereka sehari-hari, berbeda dengan warga tempatan. ‘’Lama kelamaan budaya Melayu bisa luntur,’’ ungkapnya.
Sangat disayangkan, para imigran kini sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) tempatan. Bahkan mereka ada yang berjualan, bahkan menikah dengan warga pribumi. Kondisi ini tentu sangat merugikan Riau dan Indonesia pada umumnya.
‘’Negara mereka diuntungkan, warganya berkurang. Sedangkan Indonesia, dirugikan akibat terjadinya penambahan jumlah penduduk. Alhasil, lapangan pekerjaan pun tambah menyempit,’’ tambahnya lagi.
DPRD menyarankan, Pemprov jangan mudah menyerah kepada UNHCR. Harus berani mengambil keputusan demi masyarakat, sumber daya alam, budaya dan ketentraman. Intinya, pemerintah jangan sampai mengizinkan adanya tempat penampungan imigran di Riau.(GRC/64N)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Response to "PEMPROV Riau Harus Kaji Ulang Wacana Penempatan Imigran"
Posting Komentar