![]() |
| Ilustrasi |
Pelan namun pasti, mereka terus bersuara dan kian kencang diarahkan telinga-telinga penguasa di Jakarta yang kerap tak peduli pada penderitaan rakyat miskin.
“Penguasa Jakarta saat ini telah terbukti pongah. Tindakan dan perkataan arogan yang kerap dilontarkannya membuat rakyat miskin Jakarta jengah,” terang Emi dalam keterangan tertulisnya kepada Aktual.com, Senin (1/8).
Menurutnya, rakyat Jakarta membutuhkan pemimpin baru yang mau mendengarkan mereka. Rakyat Jakarta juga butuh pemimpin yang mau bekerja tanpa merendahkan orang lain ataupun menghina. Selain itu juga memperlakukan seluruh warga Ibukota secara manusiawi.
“Kami butuh pemimpin yang mau bekerja tanpa menghina, disiplin tanpa mencaci. Kami mendambakan pemimpin yang mau menyapa rakyatnya dan memberi ruang partisipasi bagi warga secara manusiawi,” jelas dia.
Sosok pemimpin tersebut, lanjut Emi, saat ini ada pada diri Ibu Tri Rismaharini. Sosok pemimpin yang bisa memberi rasa nyaman bagi warganya. Bukan sosok pongah pemarah yang lupa untuk siapa kekuasaan itu seharusnya.
“Rakyat Jakarta butuh perubahan. Rakyat Jakarta inginkan Jakarta Baru yang belum diwujudkan,” demikian Emi. [akt/gr]


0 Response to "Rakyat Jakarta Butuh Pemimpin Yang Bekerja Tanpa Menghina dan Mencaci"
Posting Komentar