-->
pasang

Kebakaran Hutan di Riau Tahun 2015 Rugikan Negara Rp221 Triliun


Gemariau.com - Brigjen TNI Nurendi mengatakan kebakaran hutan di Riau Tahun 2015 mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp221 Triliun.

"Presiden juga sudah mengatakan pencegahan lebih penting dari pada penindakan, karena nominal kerugian negara pencegahan juga lebih kecil dari pada penindakan. Pada tahun 2015 saja, negara rugi Rp221 triliun untuk penindakan karhutla," ujar Nurendi saat rapat evaluasi penanganan dan pengendalian karhutla Riau tahun 2016 di Lanud Roesmin Nurjadin.

Saat ini, Kebakaran hutan di Riau berada dalam status siaga darurat. Penetapan status ini akan berlangsung hingga 30 November 2016 mendatang. "Jangan sampai kita ke status tanggap darurat," sebut Nurendi, Kamis (21/7/2016).

Nurendi mengatakan pihaknya memiliki target status Kebakaran hutan di Riau ini hanya sampai pada siaga darurat saja. "Target kita cukup di siaga darurat. Maksudnya pencegahan agar tidak jadi bencana atau darurat. Tindakan agar tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya," harap Nurendi.

Sementara itu, ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk 64 titik kuat di Riau. Titik kuat ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis daerah-daerah yang rawan dibakar.

"Seperti di Pekanbaru, sudah ada 6 titik kuat. Disini seluruh elemen pencegahan karhutla melakukan patroli, edukasi, normalisasi kanal dan sosialisasi," jelasnya. (RH)

0 Response to "Kebakaran Hutan di Riau Tahun 2015 Rugikan Negara Rp221 Triliun"

Posting Komentar