-->
pasang

Dampak Deflasi April Lalu di Riau, Cabai Merah Tertinggi

Ilustrasi.
Gemariau.com, Pekanbaru - Badan Pusat Statistik menyatakan Provinsi Riau pada April 2016 mengalami deflasi sebesar 1,10 persen, dipicu oleh komoditas cabai merah yang mengalami deflasi tertinggi.
        
"Komoditas pemicu deflasi nomor dua tertinggi lainnya adalah beras, daging ayam ras, telur ayam ras, buncis dan cabai rawit, ikan serai, dan lain sebagainya," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Mawardi Arsad di Pekanbaru, Senin.
       
BPS menetapkan angka inflasi/deflasi di Riau dengan menghitung tiga daerah, yakni Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.
        
Menurut dia, deflasi Riau sebesar  1,10 persen, tercatat dua kali lipat melebihi nasional, itu terjadi akibat terjadinya penurunan harga yang serentak untuk komoditas beras, cabe merah dan solar.
        
Artinya, katanya, pada deflasi Riau tersebut telah terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,64 pada Maret 2016 menjadi 122,28 pada April 2016.
        
"Namun tingkat deflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,65 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun/year on year sebesar 2,53 persen," katanya.
        
Ia menjelaskan, deflasi Riau pada April 2016 sebesar 1,10 terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen pada empat kelompok pengeluaran, dengan deflasi tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,67 persen dengan andil 0,87 persen.
        
Selain beras yang mengalami penurunan 7 persen, ikan baung, komoditas utama yang mengalami deflasi dan memberikan andil terbesar lainnya diikuti kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,73 persen dengan andil 0,29 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,26 persen dengan andil 0,06 persen.
        
Berikutnya kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen dengan andil 0,0004 persen. Kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,49 persen dengan andil 0,10 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,08 persen dengan andil 0,005 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran kesehatan relatif stabil.
        
Sementara itu dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami deflasi. Adapun deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,79 persen, diikuti oleh Bukittinggi sebesar 1,59 persen, dan Jambi sebesar 1,45 persen.
        
Sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Bungo sebesar 0,12 persen dan Meulaboh sebesar 0,14 persen. Dari 10 ibukota di Provinsi Sumatera, deflasi tertinggi terjadi di Jambi, Tanjung Pinang, dan Pekanbaru. (rnl)

0 Response to "Dampak Deflasi April Lalu di Riau, Cabai Merah Tertinggi"

Posting Komentar