GEMARIAU.COM, PEKANBARU - Aksi demonstrasi yang digelar belasan massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) melakukan aksinya di depan Kediama Gubernur Riau, Senin (8/6/2015).
Satu dari pedemo tersebut berusaha untukmemanjat pagar Kantor Gubernur Riau sehingga menyebabkan tangannya Patah.
Walaupun terlihat tangan kiri pedemo tersebut terluka dan mengeluarkan darah segar. Namun aparat keamanan. baik dari kepolisian maupun Satpol PP terlihat membiarkan saja sehingga Korban masih tergeletak di dekat pagar Kediaman Gubernur Riau.
Aksi tersebut dilakukan karena adanya Rapat Koordinasi Khusus antara Pemerintah Pusat dengan Pemprov Riau di Gedung Daerah.
Mereka meminta kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, yang hadir dalam rapat tersebut untuk menyudahi pemberian izin ke.mpada perusahaan asing 'merampas' lahan milik rakyat untuk dijadikan lahan produksi perkebunan dan kehutanan.
"Hentikan monopoli dan perampasan tanah rakyat Riau. Cabut izin perusahaan yang melakukan pembakar lahan di Riau," teriak Koordinator Aksi, Rendy.
"Lebih kurang 70 persen lahan di Riau dikuasai oleh orang asing. Kami tertindas dengan bekerja sebagai buruh tani, buruh kebun di negeri sendiri yang kaya akan sumberdaya alam," tegasnya.
Dari orasi mereka ada 5 tuntutan yang mereka sampaikan.
Mereka meminta Pemerintah menertiblkan Perda tentang tata kelola lahan yang berpihak kepada rakyat. Selanjutnya, meminta pemerintah menghentikan monopoli dan perampasan lahan di Riau. Kemudian penghentian kriminalisasi terhadap petani.
FPR juga meminta pencabutan izin terhadap perusahaan pembakar lahan. Terakhir, mereka menolak kebijakan Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).(grc/rnl)

0 Response to "Pendemo di Kediaman Gubernur Riau Terluka"
Posting Komentar