
Gemariau.com, Pekanbaru - Pasokan bahan pangan di Riau masih menjadi perhatian serius. Pasalnya terdapat indikasi penyelewengan komoditi pangan yang dapat berimbas ke masyarakat. Terkait hal itu Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengharapkan hal tersebut segera dikroscek.
Ia juga Mengaku khawatir dengan kasus seperti ini membuat persaingan usaha di Riau semakin tidak sehat. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Riau sama sekali tidak anti dengan pengembangan usaha. Bahkan, pelaku usaha diberikan ruang besar untuk mengembangkan bisnisnya di Riau.
Hanya saja, dalam prosesnya diharapkan berjalan secara benar sesuai ketentuan yang berlaku. ''Ya kalau ada penilaian seperti ini, KPPU akan lakukan aksi sesuai dengan tugas mereka, terutama yang berkaitan dengan aktifitas tersebut sesuai dengan undang-undang nomor 05 tahun 1999,'' urainya di Kantor Gubernur Riau, Senin (15/8/2016).
Sementara itu Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dalam waktu dekat akan masuk ke Riau. Hal ini dilakukan dalam rangka menelusuri terjadinya kasus penyeludupan terhadap beberapa komuditi yang menyangkut kebutuhan pangan publik.
Kepala Kantor KPPU Perwakilan Wilayah Batam dengan wilayah kerja Riau, Kepri, Jambi dan Bangka Belitung, Lukman Sungkar menilai hal tersebut terus menjadi perhatian. Ia juga menyebutkan masalah sembako adalah salah satu sektor yang banyak dikeluhkan publik.
''Untuk masalah sembako kami juga akan masuk. Kami akan tindak lanjuti lagi. Tapi kita belum bisa pastikan apakah tingkat penyeludupan di Riau betul-betul tinggi atau bagaimana, itu masih akan kami telusuri. Kalau di Kepri sangat tinggi, bahkan hampir 90 persen barang pangan yang masuk kesana hasil selundupan," imbuhnya lagi.(MC Riau/gr)

0 Response to "Penyelewengan Komoditi Pangan Jadi Perhatian Pemprov Riau"
Posting Komentar