![]() |
| Ilustrasi Berita Ahok Larang Takbis |
"Orang Chinese itu bicara kasar dan mempersoalkan adzan, dan menurut informasi dari DKM bukan hanya kali itu saja, sebelumnya dia pernah protes juga. Jadi ini membuat ketersinggungan warga," ujar Ustaz Syahron kepada wartawan, Sabtu (30/7) lalu. seperti dikutip dari Suara Islam.
Oleh karena itu, ia meminta kepada siapapun khususnya kepada pihak yang membuat masalah agar memperbaiki sikap toleransinya. "Supaya ditingkatkan toleransinya agar kerukunan beragama bisa terwujud, jadi jangan hanya tertulis. Mereka kan suka bicara toleransi, tapi nyatanya kita selalu dibuat tersinggung," terang Ustaz Syahron.
Terkait toleransi, Ustaz Syahron juga menyinggung soal kondisi di Jakarta yang menurutnya pemimpin di Ibukota tidak toleran. "Kita selalu dibuat tersinggung seperti contohnya di Jakarta. Kan ada di berita bahwa di Jakarta itu misalnya warga muslim dilarang takbiran," kata dia.
Jadi itulah yang dimaksud, tindakan intoleran yang menyebabkan banyak orang tersinggung sehingga memicu terjadinya konflik.
Karena itu, pikirkanlah makna kerukunan beragama yang sebenarnya agar terwujud dengan baik, tandas Ustaz Syaron. [gr]


0 Response to "MUI Tanjung Balai : "Kita selalu dibuat tersinggung seperti contohnya di Jakarta, misalnya warga muslim dilarang takbiran""
Posting Komentar