-->
pasang

DPR: WNI terus disandera karena pembebasannya dengan uang tebusan


GEMARIAU.COM -  Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris menuturkan, Warga Negara Indonesia (WNI) terus menerus jadi incaran perompak karena pemerintah atau perusahaan salah langkah dalam proses pembebasan WNI sebelumnya. Meski pemerintah berulang kali menegaskan tak memberikan uang tebusan, DPR justru mengatakan hal sebaliknya.

"Kita lihat histori, ini karena pernah ada pembayaran makanya WNI terus diincar," kata Charles di Gedung Kementerian Luar Negeri,Jakarta, (01/8).

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, pembebasan sandera dengan uang tebusan ternyata menjadi preseden buruk.

"Dari awal saya menekankan pemerintah tidak bayar tebusan, nanti akan memancing hal ini terus terulang," katanya.

Padahal, Pemerintah Indonesia pernah membuat kesepakatan dengan Malaysia dan Filipina dalam menanggulangi kejahatan di laut. Ketiga negara sepakat melakukan patroli bersama untuk menghindarkan aksi kejahatan.

"Kami meminta realisasi kesepakatan tiga negara (Indonesia, Malaysia dan Filipina) dalam mengamankan titik rawan di kawasan laut. Konvensi ini sudah ditandatangani 20 tahun lalu, lho, tapi penyanderaan masih terus terjadi," keluh dia. dikutip merdeka.

Diketahui, sudah terjadi empat kali penyanderaan yang dilakukan kelompok bersenjata Filipina. Terakhir, tiga WNI disandera kelompok Abu Sayyaf ketika melewati perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu Sabah, Negara Bagian Malaysia. Mereka adalah ABK pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim berbendera Malaysia.

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf menebar ancaman. Mereka meminta tebusan PHP (Peso Filipina) 250 juta buat 4 awak Kapal tunda (TB) Charles ditawan, dan mengancam tak segan membunuh seluruhnya jika tak dipenuhi.(gr).

0 Response to "DPR: WNI terus disandera karena pembebasannya dengan uang tebusan"

Posting Komentar