![]() |
| Ilustrasi |
Gemariau.com - Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, akan mempertimbangkan kemungkinan mengajukan diri sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta bulan Februari tahun depan.
"Ide bagus itu. Nanti saya pertimbangkan," ujar Heru di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (4/8).
Heru selama ini digantung-gantung atasannya, Basuki Purnama.
Maret 2016, Gubernur yang disapa Ahok itu bersama pendukungnya meminta Heru untuk menjadi pendamping sebagai bakal Calon Wakil Gubernur lewat jalur perseorangan (non-parpol).
Namun, situasi politik berubah. Ahok yang pernah "loncat-loncat" pindah parpol, ingkar dan memilih untuk maju bersama parpol yang notabene pernah dianggapnya sebagai sarang koruptor.
Ahok mengesampingkan 1 juta KTP warga DKI yang diklaim Teman Ahok dan tentu saja membuat Heru di "ujung tanduk" dalam posisi calon pendamping.
Saat ini ada tiga parpol yang siap menjadi perahu Ahok yaitu Golkar, Nasdem dan Hanura. Tentu saja kompromi politik di antara semua kelompok kepentingan di sekeliling Ahok akan memberi masukan nama bakal calon Wakil Gubernur.
Apakah Heru merasa dikhianati dengan keputusan politik Ahok?
"Enggak lah. Biasa saja," jawabnya singkat.
Malah sekarang Heru bisa memanfaatkan dukungan warga yang sudah terlanjur memberikan KTP-nya kepada Teman Ahok sebagai penyemangat. Mengingat, saat warga mengisi formulir dukungan, nama yang tercantum dalam formulir adalah duet Ahok-Heru.
Heru merupakan birokrat tulen di Pemprov DKI. Sebelum menjabat Kepala BPKAD, Heru pernah diamanatkan menjabat Wali Kota Jakarta Utara (2014) dan sebelumnya Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Jakarta.(rmol/gr)


0 Response to "Ahok Loncat Lagi, Heru Berpeluang Jadi Cagub Independen?"
Posting Komentar