
Gemariau.com - Dua dari tiga bus yang bertabrakan di jalan lintas Sumatera, Desa Perkebunan Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, Rabu kemarin, dalam kondisi tidak layak jalan.
Tim Analis Kecelakaan Polda Sumut menurunkan tim ahli dari Kakorlantas dan tim ahli dari ketiga produsen mobil untuk memeriksa bangkai bus Makmur, ALS, dan Pembangunan Semesta yang terlibat kecelakaan itu.
Satu per satu bangkai bus diperiksa, mulai kondisi rem, mesin, ban hingga penerangan mobil. Hasilnya diserahkan kepada penyidik yang menangani kasus ini.
Komisaris Polisi Karsa Purba dari Tim Analisis Kecelakaan Polda Sumut mengatakan belum dapat menyimpulkan penyebab tabrakan beruntun yang menyebabkan tujuh korban meninggal dunia itu.
"Kita masih melakukan pengecekan, belum mengetahui apa penyebab kecelakaan ini," kata Karsa, Kamis (14/7/2016).
Ahli produsen mobil, Sahat Sihotang, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, bus Makmur dan Pembangunan Semesta dinilai tidak layak jalan.
"Hanya bus ALS yang layak jalan untuk mengangkut penumpang. Sedangkan dua bus lain tidak layak jalan. Penerangannya tidak sempurna, ini juga menjadi penyebab kecelakaan," ujar Sahat.
Tim Direktorat Lalu Lintas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab kecelakaan, apakah selain tidak layak jalan juga ada faktor lain.
Sampai hari ini, korban luka-luka masih menjalani perawatan di RSU Nur Aini di Jalinsum Block Songo, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Labusel. Adapun tujuh korban jiwa telah dibawa pulang keluarganya untuk dikebumikan.
Tabrakan beruntun itu terjadi pada Rabu subuh. Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Polisi MP Nainggolan mengatakan, awalnya bus Makmur bernomor BK 7186 DE melaju dari Kota Medan menuju Kota Pinang.
Di tengah jalan, bus yang dikemudikan Candra Nainggolan itu menyalip mobil tangki. Bus oleng dan menabrak bus Permesta BK 7732 DG dari arah berlawanan.
Setelah menabrak bus Permesta, bus Makmur kembali oleng ke kanan, lalu menabrak bus ALS BK 7941 DG yang dikemudikan Ridwan Matondang. Polisi sudah mengamankan sopir bus Makmur dan ALS, sementara sopir bus Permesta melarikan diri.
sumber:kompas.com

0 Response to "Tabrakan Beruntun di Jalan Lintas Sumatera, Dua Bus Tidak Layak Jalan"
Posting Komentar