-->
pasang

SMPN 13 Mandau Dituding Lakukan Pungli, Ini Kata Kepala Sekolah


Gemariau.com - Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2016 kali ini menuai protes dari Masyarakat. Protes yang terbilang terpendam ini, terkait besarnya Uang yang harus dibayar Orang Tua Calon siswa. Bahkan dari beberapa untuk Sekolah Tingkat SD dan SMP kerap dipertanyakan Dana pembelian buku LKS.

Diantara Sekolah yang menjadi perbincangan hangat, antara Orang Tua Murid terjadi di SMPN 13 Mandau, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Menurut penuturan beberapa Ortua/Wali Murid sekolah ini menetapkan uang pemasukan untuk Kelas VII sebesar 1,2 Juta, dan untuk daftar Ulang bagi Kelas VIII & IX sebesar 240 Ribu.

Disamping itu ada pengutipan biaya tambahan untuk perawatan/perbaikan Computer sebesar 25 Ribu/bulan (dibayar 6 bulan),  juga Dana praktek tambahan bahan sulaman sebesar 10 Ribu/ bulan.

Hal yang paling populer jadi pertanyaan tentang pembelian buku LKS sebanyak 10 buah (1 untuk Bidang Study pelajaran).

"Sekolah ini semakin tahun pembayarannya semakin besar, Bantuan Dana BOS semakin tidak berarti, padahal pemerintah telah memberikan bantuan sekolah gratis, sudah terlampau," ujar salah seorang ibu yang minta namanya tidak ditulis.

Lanjutnya, Dari pemberitaan di beberapa Media Elektronik/TV, bahwa untuk Tingkat SD dan SMP, pemerintah telah menegaskan bahwa biaya di Gratiskan.

"Katanya Gratis, tapi buktinya dengan berbagai alasan, sekolah melakukan berbagai kutipan biaya, bahkan seakan dipaksa sekaligus dibayar, bila tidak dibayar lunas Anak tidak diijinkan masuk sekolah," kesal ibu ini, diamini Orang Tua lainnya, Sabtu (16/07/2016)

Saat Konfirmasi dengan Kepala Sekolah SMP 13, Moh Afrial Eri S.S.pd, membenarkan ada biaya yang dibebankan, namun menyangkal tidak seluruhnya keterangan tersebut benar. Besarnya Biaya pemasukan untuk Calon Siswa Baru, untuk termasuk pengadaan 4 Stel pakaian.

Untuk 10 Buku LKS memang dibebankan pada Siswa, hal ini terkait perubahan Kreditasi sekolah dan juga persediaan buku yang ada, jauh dari cukup hingga diputuskan seluruhnya siswa membeli buku tersebut.

Tidak ada pemaksaan, bahkan masih banyak yang belum bayar, tetapi sudah masuk sekolah, bahkan beberpa siswa yang berstatus Yatim direncanakan akan dibantu dari Dana Bos mendatang.

"Buku yang ada tidak cukup, dari pada bermasalah di putuskan untuk dibebankan pada Siswa, itupun bukan dipaksakan, dan ini memang sangat dibutuhkan Siswa," terang Afrial Eri.

Selain kebutuhan diatas Sekolah juga membutuhkan perbaikan Lokal, meja kursi, kegiatan Pramuka dan juga Dana OSIS. Jadi secara Global baik Siswa baru maupun Siswa yang lama dibebankan, bila hal ini tidak dilakukan sekolah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Diakui Kepsek, jumlah siswa sekitaran 210 Siswa dengan Guru Komite sebanyak 13 orang, jauh dari cukup saat ini. "Honor guru Komite sekitaran 700 ribu, dan sekolah telah banyak dilakukan perehapan dan pengecatan, sebelumnya tidak layak disebut sekolah," jelas Afrial Eri, yang mengaku baru menjabat sebagai Plt Kepala sejak Bulan Oktober lalu.

Sebagai Kepala Sekolah yang baru, walau berstatus masih Plaksana Tugas (Plt ) berniat berbuat yang terbaik. Direncanakan setelah perhapan Fisik sekolah, akan berencana melakukan pengadaan Sanggar dan Dram Band sekolah. Sekolah juga telah melengkapi pakaian serta peelengkapan sarana olah raga Bola Kaki dan Volly.

Diakuinya, untuk saat ini Pasca Hari Raya dan Biaya pemasukan sekolah yang dikeluarkan Orang Tua, rencana ini bukan hal yang mudah dilakukan, namun berangsur.

Pengadaan Sanggar Tari/Kesenian dilakukan, terkait prestasi Siswa sekolah dibidang ini telah terbukti. Beberapa kali Event maupun Kegiatan Besar siswa dari sekolah ini ambil bagian.

"Anak anak sudah sering tampil dalam menari tarian Melayu, baik pada acara Bupati maupun kegiatan Kecamatan dan tingkat Desa, ada pembimbing dan pelatih yang menguasai ke 3 bidang tersebut (Tari,Bola Kaki dan Volly )," tandas Kepsek.

Pada kesempatan ini Kepala Sekolah berharap agar segera ada penambahan Lokal Belajar, pembuatan pagar dan realisasi pengangkatan Guru Komite terutama yang telah lama mengabdi.

"Pagar belum ada, akibatnya sekolah sering kemalingan, dan saat ini sekolah lagi menggesa persiapan peningkatan Akreditasi B ke Akreditasi A, nantinya bila tercapai sudah pasti kebutuhan sekolah semakin terpenuhi dan biaya yang dibebankan semakin berkurang," jelas. (RH)

0 Response to "SMPN 13 Mandau Dituding Lakukan Pungli, Ini Kata Kepala Sekolah"

Posting Komentar