
GEMARIAU.COM - Keluarga ABK tugboat Charles berencana mendatangi crisis center di Jakarta, Minggu (31/7). Mereka menilai kesulitan mendapat informasi tentang upaya pembebasan keluarga mereka yang disandera kelompok bersenjata Filipina.
Keluarga korban sandera ABK Charles yang akan ke Jakarta, selain Dian Megawati Ahmad (istri Ismail), juga Elona Rahmadani (istri Robin Piter), Abdul Muis (kapten Ferry Arifin) serta kakak dari ABK Edi Suryono, yang akan datang dari Parepare, Sulawesi Selatan.
"Kalau ibu Sri Dewi (istri ABK Muhammad Sofyan), terpaksa pulang ke Takalar (Sulawesi Selatan) karena neneknya meninggal," ujar Dian kepada merdeka.com, Selasa (26/7) sore.
Keberangkatan keluarga korban sandera ke Jakarta, bukan tanpa alasan. Keluarga dibikin gerah dengan minimnya informasi dari pemerintah, terkait upaya terkini pemerintah membebaskan para sandera yang disekap militan Abu Sayyaf.
"Harus ke Jakarta, kita mau tahu kepastian, bagaimana upaya pemerintah, apa yang sudah dilakukan. Dari perusahaan, juga terbatas juga mendapatkan informasi dari pemerintah," terangnya.
"Mau tidak mau (ke Jakarta), kita mau konfirmasi, benar tidak itu (kabar ABK sakit dan kepala korban sandera akan dipenggal). Kata pemerintah jangan terlalu percaya dengan media. Tapi pemerintah juga tidak konfirmasi, itu benar atau tidak. Ya kan?" tegasnya.
"Bagaimana kita tidak percaya media, karena justru informasi kita dapatkan lebih banyak dari media. Ya, pemerintah harus proaktif lagi ke kita keluarga korban sandera," sebut Dian.
Masih dijelaskan Dian, keberangkatan mereka ke Jakarta, difasilitasi perusahaan tempat suami dan keluarga mereka bekerja, PT Rusianto Bersaudara.
"Belum tahu berapa hari (di Jakarta). Kalau sehari kita dapat ketemu dan kepastian di crisis center, bagaimana upaya sekarang, kita kembali ke Samarinda," terang Dian.
Sementara Elona Rahmadani saat dikonfirmasi terpisah menambahkan, keberangkatan ke Jakarta, bertujuan untuk mencari informasi dan kepastian suami dan keluarga mereka.
"Kita rencana berangkat Minggu, karena Senin hari bekerja, mau ketemu siapa saja bisa. Perusahaan informasinya terbatas, jadi kita akhirnya ke Jakarta, mencari informasi sendiri," kata Elona. seperti dilansir merdeka.
Diketahui, TB Charles disandera 20 Juni 2016 lalu, saat berada dalam perjalanan di perairan dari Filipina menuju kembali ke Samarinda, Kalimantan Timur. Penyandera mengaku militan Abu Sayyaf, akhirnya menyekap 7 dari total 13 ABK. Enam kru selamat, akhirnya tiba di Samarinda, Selasa (28/6) malam lalu.
Bahkan Jumat (22/7) lalu, keluarga korban membacakan surat terbuka mereka kepada Presiden Joko Widodo, meminta presiden segera membebaskan suami dan keluarga mereka dari tangan Abu Sayyaf.(gr).

0 Response to "Keluarga ABK Charles kesal dan akan geruduk crisis center di Jakarta"
Posting Komentar