
Gemariau.com Jakarta - DIrektur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam pembuatan kartu BPJS. Permintaan tersebut buntut dari ditemukannya kartu BPJS palsu.
"Kita ingin masyarakat jangan mau ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Fachmi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2016).
"Karena akses kita buka di kantor cabang kita buka dan online kita buka. Jadi kita ingin mengedukasi masyarakat jangan lagi memanfaatkan oknum tertentu untuk mencetak atau menjadi peserta BPJS," jelas Fachmi. seperti dilansir metrotvnews.
Sebelumnya, kartu BPJS Kesehatan bodong beredar di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Nomor identitas pemilik kartu tak terdata di BPJS.
Kartu itu ketahuan palsu setelah Budiyanto, seorang warga, menggunakannya untuk berobat ke rumah sakit. Kartu itu pun tak dapat digunakan. Budiyanto merupakan warga pemegang kartu BPJS Kesehatan kelas 3. Budiyanto membuatnya secara kolektif pada relawan kesehatan berinisial BN, delapan bulan lalu.
Sekali membuat kartu BPJS, warga membayar Rp100 ribu per orang. Keuntungan lain, janji BN pada warga, pemegang kartu tak perlu membayar iuran bulanan. Sebab kartu itu berlaku hingga dua tahun.
BN juga mengatakan setiap RW mendapat jatah 8 hingga 10 orang untuk ikut dalam program tersebut. Uang pendaftaran dikumpulkan pada bendahara desa lalu diambil BN.***

0 Response to "Jangan Lagi Manfaatkan Oknum Untuk Menjadi Peserta BPJS"
Posting Komentar