![]() |
| Marlon Situmorang |
"Seharusnya Hutang Adek kita itu sudah lunas karena suaminya sudah meninggal dunia, apalagi setiap peminjaman mereka dikenakan asuransi, tentu harus diselesaikan oleh pihak asuransi tersebut," ucapnya.
Marlon menambahkan bahwa suatu hari Mursinah didatangi pihak bank pundi pangkalan kerinci dan dia meminta isteri Almarhum (Mursinah) untuk melanjutkan Hutang suaminya yang sudah meninggal, dan disebabkan kurang pengetahuan, Isteri Almarhum mengikuti saja tanpa tahu aturan-aturan dalam sistem pinjaman di bank pundi pangaklan kerinci tersebut.
"Saya jadi heran kemana asuransi dari pihak nasabah, jika ia sudah meninggal, dan kenapa masih dibebankan kepada ahli warisnya?," kesal Marlon.
"Dan saat ini kami sedang mencari jalan bagaimana untuk selesaikan masalah ini," tutupnya.(gr)


0 Response to "Nasabah Bank Pundi Cabang Pangkalan Kerinci Merasa Di Akal-akali"
Posting Komentar