![]() |
| Bripka Seladi berpakaian seragam sedang melaksanakan tugas sebagai polisi (kiri) dan saat sedang memilah sampah (kanan). |
Selain bisa mendapatkan uang halal dari pekerjaan keduanya, pria berusia 57 tahun ini juga membantu dalam menciptakan kebersihan lingkungan.
Bripka Seladi memiliki sebuah gudang sampah di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Uniknya, gudang tersebut tidak terlalu jauh, masih berada di jalan yang sama dengan kantor tempat ia berdinas.
Ketika berdinas menjadi polisi, ia bertugas pada bagian urusan SIM Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Malang Kota yang berada di Jalan Dr Wahidin.
Sebelum kantor itu, berjarak sekitar 100 meter, ada sebuah bangunan. Jika dilihat dari luar, tidak terlihat tumpukan sampah. Halaman depan bangunan itu juga terlihat bersih.
Namun, di dalamnya, bau khas sampah menyeruak. Bangunan itu minim penerangan. Tumpukan sampah yang terbungkus ratusan kantong sampah plastik berwarna hitam menggunung.
Sebuah lorong sempit disediakan untuk menuju salah satu ruangan di bagian belakang bangunan itu. Ruangan itu terlihat terang karena atapnya berlubang. Di ruang itulah, Seladi "berdinas" ketika tidak bertugas di kesatuannya.
Tidak lama kemudian dia keluar dari tempat kerjanya tersebut untuk sejenak beristirahat. Seladi mengajak untuk bersantai di warung kopi yang ada di depan gudang rongsokannya.
Setelah itu, dia bercerita tentang usaha sampingannya tersebut. Bahwa aktivitas mencari sampah dan kemudian mengumpulkannya ini sudah dilakoni selama delapan tahun. ”Dulu awalnya sejak 2008 silam,” terangnya.
Seladi menjelaskan, apa yang dilakukannya adalah halal serta bisa barokah. Terpenting, imbuh dia, tidak mengganggu jam kedinasan.
”Pokoknya sudah selesai pekerjaan dinas, tidak ada floating atau perintah lainnya,” kata bapak tiga orang anak ini.
Seladi memilih usaha sampingan ini karena banyak orang menganggap sampah itu sudah tidak berguna. ”Kan tidak ada yang protes kalau sampahnya diambil,” tutur dia.
Awalnya, Seladi mencari sampah di lingkungan sekitar kantor Polres Malang Kota. Karena di sana cukup banyak barang yang terbuang. ”Ya, saya masuk sendiri ke dalam bak sampah,” ungkapnya.


0 Response to "Kisah Inspiratif, Bripka Seladi Anggota Polisi Yang 'Nyambi' Jadi Pemulung"
Posting Komentar