![]() |
| Harga Material Pasir dan Batu di Kepulauan Meranti Melambung Tajam. |
Persoalan itu muncul karena di Kepulauan Meranti tidak terdapat usaha tambang pasir. Untuk memenuhi kebutuhan pasir dan batu harus didatangkan dari sejumlah wilayah di Riau, termasuk dari luar wilayah Provinsi Riau, seperti Tanjung Balai Karimun, Dumai dan daerah lainnya.
Menanggapi hal itu, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Meranti mengaku tidak bisa berbuat banyak. Apalagi sejak kewenangan mengurusi perizinan eksploitasi pasir dan batu, termasuk izin untuk mendatangkannya dari luar daerah Kepulauan Meranti menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Distamben, Tengku Arifin, Ahad (1/5) kemarin. Dia menyebutkan untuk izin tambang pasir adalah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.
"Kita tak bisa berbuat apa-apa. Karena bukan menjadi kewenangan kita," sebutnya.
Karenanya, dia mengharapkan Pemrov Riau dapat membantu agar kebutuhan pasir dan batu di Kepulauan Meranti, khususnya Kota Selatpanjang bisa terpenuhi. Sehingga membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan.
"Jika tidak dapat memberikan izin usaha tambang pasir, paling tidak dapat memberikan izin untuk pengangkutan pasir dari wilayah lainnya untuk masuk ke wilayah Meranti. Dengan begitu dapat memberikan kemudahan sehingga membuat harga material menjadi murah," ujar Tengku Arifin.
Ketua Komisi B DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi saat dikonfirmasi juga mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi Riau dapat membantu kondisi yang dialami oleh masyarakat di Kepulauan Meranti saat ini. Sebab, bagaimanapun material pasir dan batu itu menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat.
"Kondisi ini sangat banyak dikeluhkan oleh masyarakat kita. Karena banyak masyarakat menjadi susah untuk membangun rumah. Kalau membangun rumah dengan batu materialnya mahal," ujar Dedi.
Untuk diketahui saat ini harga kebutuhan material batu dijual dengan harga Rp 920 ribu per koyan atau setengah kubik. Sementara pasir dijual dengan harga 640 ribu per koyannya. Material tersebut umumnya didatangkan dari Tanjungbalai Karimun atau dari Dumai.
"Kami beli dari Tanjungbalai Karimun. Ada juga dari Dumai. Memang kami sulit mendapatkannya. Kalau dapat, harganya juga mahal. Jadi kami terpaksa menjual juga dengan mahal," kata Arif, salah satu penjual material batu dan pasir dari Selatpanjang. (mr)


0 Response to "Harga Material Pasir dan Batu Melambung Tajam, Warga Meranti Minta Perhatian Pemprov Riau"
Posting Komentar