
Gemariau.com - Manajemen Arema Cronus menerima surat teguran dari PT Gelora Trisula Semesta (GTS), operator dari Torabika Soccer Championships (TSC). Dalam surat tertanggal 3 Mei 2016 itu dilaporkan bahwa pengawas pertandingan Singo Edan kontra Persiba Balikpapan menemukan flare yang menyala di tribun penonton Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu 1 Mei 2016.
Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji, mengatakan, surat tersebut diterima akibat pelanggaran nyalanya flare di dalam stadion. "Operator melarang flare menyala di dalam stadion, baik sebelum, sesudah atau ketika pertandingan berlangsung, semuanya kena sanksi,” kata Sudarmaji, Rabu 4 Mei 2016.
Menurut dia, tercatat 2 kali nyala flare di tribun penonton yang sangat singkat karena dapat segera diantisipasi oleh panitia pelaksana pertandingan. Tak hanya flare, bom asap juga sempat mengepul di tribun tengah meskipun hanya sesaat dan asap tak tebal.
“Berkat kesigapan panitia, nyala flare dan bom asap bisa segera diantisipasi, tapi yang sebentar itu ternyata sudah diketahui pengawas pertandingan hingga kami dapat ‘surat cinta’ ini,” ungkap Sudarmaji.
Dalam surat tersebut, GTS meminta manajemen untuk memberikan klarifikasi atas temuan itu, pada maksimal pada 5 Mei 2016 lewat email. Manajemen pun telah menyiapkan sejumlah klarifikasi dalam email tersebut dengan harapan temuan itu bisa menjadi teguran dan tak berbuah sanksi.
"Dalam klarifikasi akan kami sebutkan berbagai upaya preventif yang sudah kami lakukan di pertandingan itu. Harapannya itu akan berpengaruh pada operator dan kami tidak mendapat sanksi, melainkan teguran saja," tuturnya.
Menyalakan flare serta nyanyian yel-yel berbau rasis di dalam stadion tentunya lebih mendapat perhatian khusus sebagai pelanggaran dalam peraturan kompetisi TSC.(al)

0 Response to "Fans Nyalakan Flare, Arema Terancam Sanksi"
Posting Komentar