-->
pasang

Saham yang Ditawar kan PT.Preeport Terlalu mahal.

Gemariau.com - Saham yang Ditawar kan PT.Preeport Terlalu mahal,Demikian yang di ucapkan oleh Pengamat pertambangan, Simon F.Hal ini dilihat dari belum adanya kepastian nasib kontrak perusahaan tambang multinasional itu.
"Karna belum ada kepastian akan di-extend atau tidak untuk jadi IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus). Kalau operasinya tinggal lima tahun lagi, kan, mahal banget itu. Ngapain dia beli itu (padahal operasinya) hanya lima tahun, terus operasinya nggak diteruskan. Menurut saya itu aneh," ujarnya ketika di Jakarta, Jumat, 15 Januari 2016.
Kontrak Freeport akan berakhir pada tahun 2021. Namun, kepastian kontrak baru diberikan dua tahun sebelum kontrak berakhir, yaitu tahun 2019.
Simon mengatakan, pemerintah seharusnya mengkaji harga saham yang ditawarkan oleh Freeport. Dia juga meminta agar pemerintah mempertanyakan asal harga saham ini. "Pemerintah harus melihat penawaran itu dan mengkaji. Wajar, nggak harga itu. Pemerintah melihat harganya dari mana."
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menerima penawaran divestasi saham Freeport sebesar 10,64 persen, sesuai dengan amanat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, perusahaan tambang multinasional itu menawarkan harga sebesar US$1,7 miliar, atau setara Rp23,67 triliun untuk 10,64 persen saham yang diajukan kepada pemerintah.
"Mereka (Freeport) telah menawarkan saham sesuai dengan PP No 77 Tahun 2014. Dalam suratnya disebutkan nilai 100 persen saham mereka US$16,2 miliar. Maka, 10,64 persen jadi US$1,7 miliar," ujar Bambang  saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016.

0 Response to "Saham yang Ditawar kan PT.Preeport Terlalu mahal."

Posting Komentar