
Gemariau.com - Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara meminta agar Presiden Joko Widodo memecat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar. Permintaan itu dilontarkan karena Archandra diduga memiliki dua status warga negara yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.
"Sudah menjadi masalah besar, Presiden Joko Widodo harus segera pecat atau Archandra yang mundur. Jangan buat malu Indonesia," tegas Marwan saat dihubungi TeropongSenayan, Minggu (14/7/2016).
Menurut anggota DPD periode 2009-2014 ini, Archandra yang memilih menjadi warga negara Amerika Serikat lebih mengutamakan kepentingan pribadi untuk berkarir di perusahaan-perusahaan di negeri paman sam itu.
Oleh karena itu, ia mempertanyakan rasa nasionalisme Archandra. Tak hanya itu, ia juga menilai ketika seseorang memimpin jabatan statergis akan membahayakan kepentingan nasional Indonesia.
"Bukan hanya freeport, sektor-sektor minerba, migas, pengusaha-pengusaha sangat berkepentingan untuk porsi bisnisnya di Indonesia," tandasnya.
Sebelumnya, isu bahwa Archandra memiliki dua status kewarganegaraan beredar lewat pesan berantai di WhatsApp. Dimana, dalam pesan berantai tersebut Arcandra memegang dua kewarganegaraan.
Paspor Indonesia dan paspor AS. Arcandra selama ini tinggal di AS dan menjadi eksekutif di perusahaan minyak.Pesan ini menyebar sejak Sabtu (13/8/2016) pagi.
Lewat grup whatsApp, dibeberkan informasi Arcandra menjadi warga AS pada Maret 2012 melalui proses naturalisasi. (posmtro/gr)

0 Response to "IRESS : Jangan Buat Malu Indonesia, Jokowi Harus Pecat Archandra atau Mundur"
Posting Komentar