| Gubri H Arsyadjuliandi Rachman Menekan Tombol Lounching Riau Go. IT pada Upacara Peringatan Hut Provinsi Riau ke 59 Tahun 2016 di halaman Kantor Gubernur |
Dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang sudah sangat canggih dan modern, pemerintah harus mampu memanfaatkan dari kemajuan dan perkembangan teknologi terkini guna mempermudah dalam pelayanan dan administrasi.
Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, Gubernur memulai gerakan tersebut dari tubuh pemerintah daerah Riau itu sendiri dengan menghimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menggunakan teknologi dalam memeberikan pelayanan. “Melalui e-government, kita dapat meningkatkan pelayanan publik. Bisa mempermudah koordinasi antara pemerintah pusat hingga ke pemerintah desa,” ungkap Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, pada saat launching Riau Go IT, Selasa (09/08) di halaman kantor Gubernur Riau.
Suatu hal yang tepat bagi provinsi Riau, pada HUT RI Ke-71 ini mengangkat dan launching sebuah program yang luar biasa yakni Riau Go IT. Saat pelaksanaan upacara HUT RI di depan kantor Gubernur Riau, dalam pidato Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan perkembangan dan kecanggihan teknologi masa kini harus bisa diaplikasikan dan digunakan dalam mempermudah semua pelayanan, informasi dan administrasi dalam menjalankan roda kepemerintahan.
"Kita tidak akan terlepas dari penggunaan IT dalam melakukan pembangunan di segala bidang, maka dari itu kita perlu menguasai dan megoptimalisasikan penggunaan IT guna mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi. Program Riau GO. IT ini pastinya akan diberlakukan kepada semua SKPD di Provinsi Riau. Jadi dari penerapan sistem teknologi ini semua kinerja pemda dalam menyajikan pelayanan publik harus ditingkatkan," tutur Gubri.
Andi Rahman sapaan akrab Gubernur Riau melanjutkan, Kedepan Provinsi Riau bisa memberikan layanan keada Masyarakat dengan menggunakan teknologi informasi, "Adapun tujuan utama dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi ini adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Menuju provinsi cerdas dengan layanan berbasis teknologi informasi, sejumlah aplikasi pengelolaan daerah dibuka secara transparan ke publik dan bisa diakses di portal resmi Pemprov Riau di riau.go.id.
"Jika dibandingkan dengan kemajuan teknologi hari ini, kita sudah sangat ketertinggalan, maka melalui program Riau Go IT ini kita kejar ketertinggalan kita," imbuhnya.
Sejuta kemudahan yang dapat dirasakan Masyarakat jika kecanggihan teknologi bisa diterapkan oleh Pemerintah, misalnya dalam memberikan jawaban kepada masyarakat bisa melalui akses internet atau dengan menggunakan Hand Phone yang mereka miliki, baik dalam memberikan masukan dan kritik saran.
Menuju provinsi cerdas dengan layanan berbasis teknologi informasi, sejumlah aplikasi pengelolaan daerah dibuka secara transparan ke publik dan bisa diakses di portal resmi Pemprov Riau di riau.go.id.
Dengan dicanangkannnya program Go.IT menuju Riau menjadi smart province, mengharapkan semua aplikasi yang berada di SKPD bisa terintegrasi dengan leading sector-nya berada di Dinas Kominfo paling lambat November 2016.
"Untuk masyarakat 'tagline' yang dipakai, membumikan IT di Riau baik untuk kepentingan pemerintahan maupun masyarakat," tambah Andi Rachman.
Dengan Programn ini, Masyarakat tidak perlu meluangkan waktu lagi untuk mencari informasi tentang dinas dan badan, serta informasi di pemerintahan, Semua sudah bisa dipantau melalui online.
Riau Go IT merupakan motto tagline Provinsi Riau dalam bidang Informasi dan Teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan transparansi kepada masyarakat hingga kepedesaan menuju daerah provinsi yang cerdas akan teknologi.
Menurut Gubernur RiauAndi Rachman, hal ini program tersebut untuk dukungan pencapaian Nawacita dalam membangun Indonesia dari pinggiran desa hingga ke pemerintah pusat dengan dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan memperbaiki kualitas layanan kepada stakeholders serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, pemerintah dapat mewujudkan secara nyata konsep Good Governance dan Clean Government”, tuturnyaAndiRachman.
Mengenai kesiapan sumber daya manusia (SDM), Gubri menyatakan Riau sudah memiliki tenaga yang handal sudah disebar di seluruh satuan kerja di lingkungan Pemprov Riau. Demikian juga halnya dengan dukungan sarana dan prasarana teknologi.
Pemprov Riau akan didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam bantuan jaringan. Saat ini BRI telah memiliki satelit dan siap menyediakan layanan jaringan di seluruh cabang dan unit BRI hingga pedesaan.
Untuk meningkatkan gerakan Riau Go IT, Pemerintah provinsi Riau menyediakan fasilitas online untuk masyarakat luas seperti website yaitu www.riau.go.id. Pada website tersebut masyarakat dapat mengupdate atau melihat informasi tentang kegiatan pemerintah provinsi Riau seperti informasi dan kegiatan SKPD, Website dan Email SKPD, Gallery Fotodan Video, Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah, Produk hukum, TV Streming, Radio Online, Info Pajak Kendaran, Laporan Kerusakan, LPSE berbasis Online, Government Service Bus, Perizinan Online, data pembangunan, Kelompok InformasiMasyarakat, Data (PKB,BBN-KB, SWDKLLJ), Pengaduan Online, Website kabupaten/kota, InformasiPeta, Pangkalan Data Pendidikan, Layanan SK Guru Bantu, Data Pokok Pendidikan, Pengumuman Lelang LPSE, dan Informasi Penyusunan RKPD.
“Masyarakat tidak perlu lagi repot untuk mencari informasi tentang kegiatan pemerintah provinsi Riau hanya dengan membuka akses internet di website www.riau.go.id sesuai dengan bidang yang dibutuhkan”, tutur Andi Rachman.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman juga menyebutkan kepada SKPD, untuk betul-betul memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi untuk pelayanan masyarakat.
"Bagaimanapun IT harus dimanfaatkan pemda ke depan dan harus diseriuskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Dia menambahkan, sistem pelayanan masyarakat beralih basis IT akan terintegrasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi atau Diskominfo Provinsi Riau dan terkoneksi pada setiap SKPD. Langkah ini diharapkan akan menjadi upaya untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya teknologi.
Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan lewat sistem ini, pengurusan izin dan administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau akan diberlakukan dengan sistem online. Andi Rachman menyebutkan dengan diberlakukannya sistem ini akan lebih memberikan kemudahan pelayanan.
"Jadi ada banyak sistem nanti yang akan diterapkan melalui IT, misalnya mengurus surat, sudah paperless dengan sistem e-office. Dewan juga bisa melakukan fungsi pengawasan mereka dengan memanfaatkan sistem IT ini," tutupnya.
Membumikan IT di Provinsi Riau
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempunyai mimpi besar terhadap perkembangan dan pembangunan Bumi Lancang Kuning. Sebuah wacana besar pun dirancang Pemprov Riau menuju 'Smart Province. Dimana program tersebut bernama Riau Go IT.
Pencanangannya dilakukan pada 9 Agustus 2016 lalu bersempena Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Riau ke-59 dan akan mulai diaplikasikan secara menyeluruh di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Riau.
Tujuannya tidak lain untuk memberikan pelayanan terbaik berbasis teknologi informasi kepada masyarakat, khususnya dalam tugas-tugas yang berkaitan dengan peran dan fungsi pemerintah, penyebarluasan informasi dan pelayanan publik. Dengan sistem yang akuntabel dan transparan, marsyarakat luar bisa melihat langsung melalui web kerja dan kegiatan Pemprov Riau.
Pada puncak HUT Riau Ke-59, Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman terus menggugah kesadaran publik tentang pentingnya penerapan teknologi di era reformasi. Program Riau Go IT ini adalah langkah awal Pemprov Riau menuju smart province (Provinsi cerdas, red), sesuai tema HUT Pemprov Riau tahun ini, "Kita Tingkatkan Kinerja Pemda Terhadap Pelayanan Publik Melalui Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Teknologi".
Menuju provinsi cerdas dengan layanan berbasis teknologi informasi, sejumlah aplikasi pengelolaan daerah dibuka secara transparan ke publik dan bisa diakses di portal resmi Pemprov Riau di riau.go.id.
Gubri Arsyadjuliandi Rachman memiliki keinginan serius dalam menerapkan pemerintahan berbasis teknologi ini. Dimulai soft opening pada tahun 2015 silam, ditahun 2016 ini langsung dirilis untuk penerapannya di Pemprov Riau.
Gubri mengatakan, dengan teknologi canggih bisa menjawab pertanyaan publik secara langsung misalnya kenapa jalan rusak, air keruh dan info lainnya. Dengan teknologi ini bisa mengakses internet, bisa menggunakan handphone yang ada dalam genggaman.
"Kita ingin informasi teknologi yang ada saat ini untuk ditingkatkan lagi sehingga bisa memberikan manfaat kepada jalannya roda pemerintahan maupun untuk kepentingan publik atau masyarakat," kata Andi Rachman sapaan akrab Gubri.
Harapan Gubri dengan dicanangkannnya program Riau Go IT menuju Riau menjadi smart province, semua aplikasi yang berada di SKPD bisa terintegrasi dengan ‘leading sector’ nya berada di Dinas Kominfo paling lambat November 2016.
Disamping itu, lanjut Gubri, penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi ini mempermudah penyebarluasan informasi tentang Riau secara global. Baik itu antar internal pemerintah daerah maupun informasi mengenai pelayanan masyarakat.
"Untuk masyarakat ‘tage line’ yang dipakai, membumikan IT di Riau baik untuk kepentingan pemerintahan maupun masyarakat," ujar Andi Rachman.
Adapun tujuan utama dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi ini adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Masyarakat tidak perlu meluangkan waktu lagi untuk mencari informasi tentang Dinas dan Badan, serta informasi di pemerintahan. Semua sudah bisa dipantau melalui online," ujar Gubri.
Bahkan sampai pelayanan pengurusan izin sekalipun nantinya, masyarakat tidak perlu lagi datang instansi terkait. Dengan demikian efisiensi waktu dan anggaran bisa diraih dengan sistem layanan berbasis teknologi tersebut.
Ke depan menurut Gubri semua aktivitas di satuan kerja bisa dipantau masyatakat melalui online, terutama dalam serapan dan pengajuan kegiatan serta proses kegiatan di Pemprov Riau. "Semuanya dengan keterbukaan, tidak ada yang disembunyikan, rakyat bisa pantau langsung dan masukkan saran dan kritik," jelas Andi Rachman.
Mengenai kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), Gubri menyatakan Riau sudah memiliki tenaga yang handal sudah disebar diseluruh SKPD di lingkungan Pemprov Riau. Dengan kata lain, kebutuhan pemerintah akan lebih dominan terhadap kinerja yang mempunyai kemampuan IT. Kebijakan seperti ini bahkan sudah diterapkan di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Demikian juga halnya dengan dukungan sarana dan pra sarana teknologi. Pemprov Riau akan didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam bantuan jaringan. Saat ini BRI telah memiliki satelit dan siap menyediakan layanan jaringan di seluruh cabang dan unit BRI hingga pedesaan.
"Dengan adanya lebih kurang 400 satelit yang dimiliki BRI, maka masyarakat di desa bisa menggunakan jaringan untuk mengakses internet. Begitu juuga pemerintah desa dan kecamatan bisa langsung menggunakan jaringan untuk keperluan pemerintahan," ujarnya lagi.
Gubri Andi Rachman juga menyebutkan kepada SKPD untuk betul-betul memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi untuk pelayanan masyarakat. "Bagaimanapun IT harus dimanfaatkan Pemda kedepan dan harus diseriuskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan lewat sistem ini, pengurusan izin dan administrasi di lingkungan Pemprov Riau akan diberlakukan dengan sistem online. Andi Rachman menyebutkan dengan diberlakukannya sistem ini akan lebih memberikan kemudahan pelayanan.
"Jadi ada banyak sistem nanti yang akan diterapkan melalui IT, misalnya mengurus surat, sudah paperless dengan sistem e-office. Dewan juga bisa melakukan fungsi pengawasan mereka dengan memanfaatkan sistem IT ini," tandasnya. (ADV/HUMAS)

0 Response to "GO IT Menuju Riau Smart Provinsi"
Posting Komentar