![]() |
| Ilustrasi |
Gemariau.com - Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional tetap mahal pasca Lebaran. Beberapa diantaranya adalah cabai merah yang bisa mencapai Rp 80.000 per kilogram (Kg) dan bawang merah Rp 55.000 per Kg. Padahal, sebelum Lebaran, harga dua komoditas ini hanya Rp 20.000-an per Kg.
"Pokoknya bahan pangan yang tidak turun sejak Lebaran tuh ada tiga. Bawang merah, cabai merah, dan kentang," ujar salah seorang pedagang di Pasar Tebet, Sumanta (58 tahun), di Jakarta, Rabu (3/8).
Sementara, menurut pedagang di Pasar Johar Baru, Ambar (38 tahun), usai Lebaran justru harga bumbu dapur lebih mahal. "Harga bawang merah jadi Rp 55.000 per Kg, cabai jadi Rp 80.000 per Kg. Itu harga sejak Lebaran sampai sekarang," jelas Ambar.
Menurut Ambar, kenaikan harga diakibatkan oleh permainan para tengkulak di pasar induk. "Itu permainan bos-bos (tengkulak) di pasar induk," tuturnya.
Tidak hanya pedagang, pembeli pun mengeluhkan tingginya harga bahan pangan saat ini. "Bumbu dapur, kayak bawang merah saja naik, ya pokoknya sekarang tidak ada yang murah," ujar Tika (34 tahun) saat ditemui di Pasar Paseban, Jakarta.
Komoditas pangan lain yang juga harganya tetap tinggi yakni daging sapi segar. Padahal, saat Ramadan harga sempat turun sekitar Rp 95.000 per Kg. Namun, saat ini kembali naik menjadi Rp 120.000 per Kg.
"Harga daging saat ini Rp 120.000, itu naik. Sebelumnya pas Ramadan, harganya Rp 95.000," ujar pedagang daging sapi, Abdullah (42 tahun), di Pasar Tebet, Jakarta.[merdka/gr]


0 Response to "Permainan tengkulak buat harga pangan tetap mahal usai Lebaran"
Posting Komentar